Parenting

Tanda Awal Autisme pada Bayi

Banyak orang tua dan wali menjadi semakin khawatir tentang memiliki anak yang lahir dengan autisme. Ketakutan ini sama sekali tidak bisa dibenarkan karena ada peningkatan risiko seorang anak saat ini dilahirkan dengan Autism Spectrum Disorder. Temuan penelitian saat ini menunjukkan bahwa 1 dari 50 anak didiagnosis autisme sebelum mereka berusia delapan tahun. Ini naik dari 1 dari 88 anak-anak dari tahun-tahun sebelumnya.

Ketakutan tentang autisme adalah kekhawatiran yang tidak diketahui, karena masih banyak yang perlu diungkap tentang gangguan tersebut. Sampai saat ini, para peneliti telah menemukan autisme sebagai seperangkat karakteristik yang mempengaruhi perkembangan kognitif, bicara dan perilaku anak-anak dan orang dewasa. Untungnya, penelitian tentang gangguan ini masih berlangsung dan beberapa kemajuan telah dibuat. Artikel ini akan menyoroti beberapa tanda dan gejala utama dari gangguan spektrum autisme dan mudah-mudahan akan membantu menghilangkan beberapa ketakutan itu.

Tanda Awal Autisme pada Bayi

Autisme umumnya muncul dengan sendirinya pada tahun-tahun awal kehidupan bayi atau balita. Menemukan tanda-tanda autisme ini pada bayi sejak usia 18 bulan dapat membuat perbedaan besar dalam membantu anak Anda berkembang secara normal. Ini adalah kredit ke plastisitas luar biasa dari otak muda yang masih berkembang. Beberapa tanda yang harus diperhatikan antara lain:

  • Tidak melakukan kontak mata
  • Jangan mencoba menarik perhatian Anda
  • Tidak membalas senyummu
  • Tidak menanggapi namanya
  • Tidak akan mengikuti benda dengan matanya
  • Tidak menggunakan sinyal tangan untuk berkomunikasi
  • Tidak melihat ke arah yang Anda tunjuk
  • Jangan mencoba dipeluk
  • Tidak menyalin tindakan atau ekspresi wajah
  • Jangan mencoba dijemput
  • Tidak melakukan upaya apa pun untuk bermain atau berinteraksi dengan orang lain
  • Tidak membuat permintaan dasar

Lihatlah keterlambatan perkembangan yang harus Anda perhatikan pada berbagai tahap perkembangan bayi.

Bulan Umur

Keterlambatan

6 bulan

Bayi Anda tidak tersenyum hangat atau menunjukkan tanda-tanda kasih sayang.

9 bulan

Bayi Anda tidak membalas senyum, ekspresi wajah, atau suara.

12 bulan

Bayi Anda tidak menanggapi namanya.

Bayi Anda tidak melakukan gerakan, seperti menunjuk atau melambai.

Bayi Anda tidak mengoceh atau terlibat dalam "bicara bayi."

16 bulan

Bayi Anda tidak berbicara atau mengatakan kata-kata.

24 bulan

Bayi Anda tidak memiliki dua atau tiga frasa kata sendiri.

9 Tanda Autisme Paling Umum pada Bayi

Tidak semua anak autis akan menunjukkan tanda-tanda awal yang disebutkan di atas, tetapi jika Anda menemukan salah satu tanda autisme yang paling umum pada bayi seperti yang tercantum di bawah ini, ada kemungkinan besar bayi Anda menderita autisme. Dalam hal ini, Anda perlu membawanya ke dokter untuk membuat kesimpulan.

1. Kurangnya Keterampilan Komunikasi Sosial

Berinteraksi dengan orang lain seringkali sulit bagi anak-anak dengan kelainan spektrum autisme. Mereka biasanya tampak terputus dari teman-teman sebayanya dan lingkungan sosial apa pun yang menjadi bagian mereka. Anak-anak dengan autisme mungkin tidak menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka, terlepas dari apakah ini yang sebenarnya atau tidak. Menghubungkan dan menjalin pertemanan juga seringkali merupakan tantangan besar. Bagi anak-anak lain, mereka mungkin tampak pendiam dan menyendiri dan ini dapat menyebabkan mereka dibiarkan sendirian. Mereka mungkin tidak selalu terlibat dalam permainan. Anak autis tidak akan dengan mudah berbagi pengalaman, mainan, atau gambar mereka dan seterusnya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan anak-anak non-autis untuk membangun solidaritas.

2. Ketidakmampuan untuk Mengkomunikasikan Perasaan

Berbagi pikiran, pendapat, dan perasaan bukanlah hal yang mudah bagi anak autis. Ini bukan untuk mengatakan bahwa anak autis benar-benar tanpa perasaan dan emosi. Namun, ada kesulitan memanfaatkan emosi itu dan mengekspresikannya. Anak autis lebih cenderung mengekspresikan dirinya dengan lembut dan lebih merujuk pada peristiwa dan fakta daripada pendapat. Bahkan jika Anda berbagi tentang hal paling menarik yang pernah terjadi pada Anda, Anda tidak akan mendapatkan banyak kegembiraan sebagai imbalan. Jika ada topik yang menurut anak autis menarik, ia mungkin sering membicarakannya tetapi masih tanpa bertukar perasaan tentang hal itu.

3. Kesulitan Ekspresi

  • Kesulitan ekspresi verbal: Pidato dan bahasa adalah tantangan bagi anak autis. Dia biasanya mulai berbicara lebih lambat daripada anak-anak lain. Ia biasanya berbicara dengan suara atau nada yang tidak normal, menggunakan notasi yang salah. Dia dapat mengulangi kata atau frasa dan memiliki tata bahasa yang buruk. Instruksi mungkin sulit untuk dipahami dan dia mungkin juga tidak dapat menangkap isyarat verbal, seperti sarkasme dan humor.
  • Kesulitan ekspresi non-verbal: Ekspresi nonverbal tidak kalah menantang daripada ekspresi verbal untuk anak autis. Anak sangat jarang melakukan kontak mata dan mengalami kesulitan dalam menggunakan dan memahami bentuk ekspresi non-verbal seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh. Terkadang anak autis juga memiliki postur dan gerakan yang unik, seperti hanya berjalan dengan ujung kaki.

4. Obsesi & Ketidakfleksibelan

Anak-anak dengan autisme cenderung mengikuti rutinitas yang ketat dan dapat menjadi obsesif dan tidak fleksibel dalam tindakan dan perilaku mereka. Dan terlalu sulit bagi anak-anak ini untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dalam jadwal harian mereka, seperti sedikit perubahan dalam waktu tidur. Mungkin juga ada perilaku kompulsif seperti mengatur item dalam baris yang rapi atau memilih bit informasi tertentu untuk dikomit ke memori.

5. Perlawanan terhadap Kontak Fisik

Anak-anak autis tidak akan dengan mudah meraih pelukan atau menerimanya. Ini bisa sama bahkan dengan orang tua atau kerabat yang sangat dekat. Namun tidak benar untuk membuat kesimpulan bahwa semua anak autis seperti ini. Dengan latihan, banyak dari mereka akan memeluk orang tua mereka, saudara kandung, dan bahkan kerabat dan teman dekat lainnya.

6. Sensitif terhadap Suara, Bau & Lampu

Anak-anak autis biasanya tidak menyukai suara tiba-tiba atau keras. Sama halnya dengan bau, perubahan intensitas pencahayaan, dan suhu sekitar yang tiba-tiba. Diyakini bahwa anak-anak autis kurang mampu mempersiapkan diri untuk perubahan mendadak.

7. Kemampuan Belajar Tidak Terduga

Tidak ada bukti pasti tentang seberapa cepat atau lebih lambat seorang anak dengan autisme belajar dibandingkan dengan teman sebaya mereka. Mereka mungkin belajar beberapa hal dengan sangat cepat tetapi benar-benar melupakannya nanti. Mungkin juga bagi mereka untuk mempelajari berbagai hal dengan cara mereka sendiri yang seringkali lebih sulit daripada cara orang normal.

8. Inharmony dalam Pembangunan

Seorang anak dengan autisme mungkin tidak berkembang selaras di semua bidang seperti anak-anak lain. Perkembangan kognitif dapat berkembang lebih cepat, sementara perkembangan bahasa tertinggal. Namun, yang biasanya terjadi adalah bahwa anak autis akan berkembang dalam keterampilan sosial dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada rekan-rekannya.

9. Tics Fisik

Sangat umum bagi seorang anak dengan gangguan spektrum autisme untuk memiliki tics fisik yang merupakan gerakan tersentak-sentak dan biasanya sulit dikendalikan, seperti mengetuk telinga atau mengulangi kata-kata. Meskipun kita mungkin tidak mengerti, tics kadang-kadang bisa sangat menenangkan dan menyenangkan bagi anak.

Tonton videonya: Tanda Awal Autisme Pada Bayi yang Sering Diabaikan #MomsHarusTahu (September 2019).